Web Hosting

29 Juni 2013

VirtualBox error: Kernel driver not installed (rc=-1908)

Ceritanya ane ada job untuk buat server email (zimbra), di dalam server zimbra minta di install virtualbox, isi virtualbox di install windows 7 64bit. Oke semua dikerjakan satu persatu, ubuntu servernya versi 12.04 LTS 64bit, zcs v.8. Awaknya semua berjalan lancar tanpa hambatan tapi setelah server diserahkan kepemilik dan diujicoba nyala ternyata mati listrik pada malam harinya. karna blm ada ups dan sebagainya mati mendadaklah tu server. pas dinyalain virtualboxnya gak bisa running normal kluar error seperti ini "VirtualBox error: Kernel driver not installed (rc=-1908)" puyeng akhirnya tanya-tanya ke mbah google sampai gak makan siang. dari semua cara untuk mengatasi itu semua sudah saya coba. akhirnya menemukan ini Terimakasih ubuntuforum. Jadi cara penyelesaiannya seperti ini :

Pertama lakukan hal seperti ini, buka terminal kemudian :
Jika muncul seperti ini : sudo: /etc/init.d/vboxdrv: command not found

Maka lakukan remove dan reinstall virtualboxnya 
 
sudo apt-get autoremove dkms selesai lakukan remove vb
sudo apt-get autoremove virtualbox selesai remove lakukan reinstall
sudo apt-get install virtualbox selesai install restart server anda...

sudo reboot

Sambil menunggu proses reboot berdoalah agar virtualboxnya bisa naik lagi seperti semula, sambil diingat-ingat kl memang belum solat berjanjilah akan langsung solat setelah virtualboxnya running....


demikian pengalaman ane semoga bermanfaat...

 


28 Juni 2013

Tahap-tahap instalasi ubuntu 12.04 [mempartisi yang benar]

Sepi banget posting malem ini, gak ada copy gak ada cemilan dan gak ada bunyi-bunyian. TV Matiin, Musik Reggae gak ada mau minum males. lanjuttt gan ngetik dengan 11 jari.

Ceritanya barusan dapet kasus, disebuah perusahaan yang baru migrasi ke ubuntu dikatakan bahwa, cpu rakitan dengan spesifikasi dual-core ram 1gb sangan lambat diinstall ubuntu. padalah pas pake wind**s lancar-lancar aja kecuali kena virus. lama matinya dan males idupnya..

Gak terima kl distroubuntu.com yang sudah terbiasa menangani os ubuntu dibilang kalau spek seperti itu di ubuntu lemot. usut punya usut setelan berkonsultasi ternyata tim itnya menurut saya salah dalam mempartisinya. yang memang di tutorial beberapa blog mengatakan bener. tapi menurut distroubuntu salah. mari kita buka masalahnya..


Tahap Instalasi...

Kami anggap sudah tau kalau belum tau kemari aja. nah pada saat partisi menurut pengalaman saya, yang perlu di install adalah swap [> 2x ram sebenernya], root [/] tandnya gitu doank, bisa di buat >50GB, [saat ini minimal hardisk sudah 250GB] jd hangan pelit-pelit. kemudian yang ketiga adalah lokal drive atau kl di Wind**s Drive D. Yang saya temuin pada kasus sebelumnya adalah dibuatkan partisi /home sebagai penyimpanan data.


Koreksian...

Kalau /home berisikan data-data maka dampaknya adalah /home membebani root / soalnya pada saat user akses data / ikut terbaca. beda jika kita bedakan antara / dan penyimpanan lokal disk [partisi DATA], jadi pada saat user mengakses lokal disk maka partisi yang berjalan adalah partisi DATA contoh yang biasa saya lakukan pada saat install ubuntu.

Partisi seperti gambar, dan menyisakan partisi free space yang nanti akan di buat lokal disk (DATA). setelah selesai di install dengan cara setelah selesai install akses disk utility dari dashome, kemudian lakukan seperti gambar dibawah ini.

Atau lang sung dipartisi seperti gambar diatasnya...
Jadi menurtu saya akan lebih aman jika membuat partisi seperti yang saya lakukan. kita merekomendasinya user agar selalu menyimpan data pada partisi DATA. JIka OSnya mangalami kerusakan maka data aman. selain itu juga jika user menyimpan data pada partisi sistem (/root = Doc. Desktop. Download etc) jika partisi /root penuh hingga 0 freespace maka ubuntu anda tidak akan bisa login atau muncul The System is running in low-graphics mode.
 
Semoga Bermanfaat....


27 Juni 2013

Antara Google Adsense dan AdsenseCamp...


http://adsensecamp.com/?ref_id=2746
Pasang iklan disini sajaaa....

Kasian banget deh gw hehehe.. Daftar ke duakalinya ke google adsense masih ditolak, knapa yah ? katanya sih alasan ini itu, ga keren kali blog gw, gak ngejual kali temanya gak tau deh, intinya suruh perbaiki isi or konten blog ane. tapi tak apalah masih ada adsansecamp yang bisa gw tarok disana.

Proses di google adsense memang lebih ribet soalnya mesti dari luar sono yang memantau / riview selama berhari-hari. tapi kadang aneh, kadang ane nemu blog acak adul tapi bisa disetujui sama google adsense. Dibanding dengan Adsensecamp lebih mudah dan supportnya langsung oke, tadinya lupa username dan password tp setelah di bantu sm adminnya yang mungkin keren dan pastinya baik hati nama ymnya : adsensecamp06, terimakasih yah pak bos, agan atau apalah. sekarang blog ane bisa liat iklannya. lumayan dari pada lumayuuun... wakaka...

Oh ya kalo temen-temen mau pasang adsense cam mudah loh tingal DAFTAR DI SINI lakukan pendaftaran seperti biodata dan siapkan no rekening salah sati bank yang sudah disiapkan oleh om momodnya..

Bagi yang baru bergabung untuk cari receh silahkan daftar, bagi om momod adsensecamp semoga makin sukses Amin..

:: SALAM SUKSES ::

24 Juni 2013

Cara Menambah Font di Ubuntu 12.04

Apa sih font ?

Font adalah sebuah karakter dalam menuliskan dokumen baik dalam desain grafis ataupun di dalam aplikasi pengolah kata seperti Libre Office Writer (Office kalo di Win**s). Tampilan font ini sesuai dengan kebutuhan kita. terkadang kita kurang puas dengan font yang sudah di sediakan oleh aplikasi dan harus menambah font-font lain. Font-font tersebut kita bisa download dari situs penyedia font seperti dafon dan sebagainya.

Dari hasil download beberapa font kita bisa letakkan di ubuntu sebagai font tambahan yang kita gunakan untuk membuat sesuatu, apakah itu pengolah kata atau untuk kebutuhan desain grafis seperti Gimp, Inkscape dan sebagainya. nah dikesempatan ini saya akan membri tips agar font yang sudah kita dowload agar dapat digunakan di OS ubuntu kesayangan kita.

Siapkan font yang akan kita letakkan disistem ubuntu kita, misalnya folder font ada di /home/distroubuntu/Documents/Font Download, proses copy font bisa dari terminal dengan commanline atau melalu dsktop. sekarang kita coba melalui dekstop langlahnya adalah :

Buka terminal Ctr+Alt+T setelah muncul ketik sudo nautilus 


Lalu akan muncul tampilah berikut ini folder / explore :

Gambar di atas menjelaskan dimana lokasi font hasil dowload yang akan dicopy


Gambar berikut ini adalah likasi font akan dipaste /usr/share/font. silahkan paste semua font yang anda inginkan.

Tahap terakhir adalah buka terminal lakukan change owner. berhubung tadi pada saat copy/paste dalam mode root maka kita harus berikan akses untuk user kita, misalnya user kita distroubuntu, maka cara change ownernya adalah :


Selesai ketik hal tersebut tinggal ENTER 

Selesai kita bisa lakukan uji coba apakah font tersebut berhasil, bisa kita lihat di Libre Office, atau Gimp.


Selesai, Selamat mencoba..


19 Juni 2013

Tahap-tahap migrasi dari windows ke ubuntu, open source


Pada awalnya saya bekerja sebagai IT Support di sebuah perusahaan consultan IT, fungsi kerja sudah pasti menangai masalah IT, Jaringan, Sistem operasi, Aplikasi internal, mail server, aplikasi develoment, dan apliaksi-apliaksi lainnya.

Sebagai IT Support harus dihadapkan dengan user yang menggunakan os windows, awalnya tidak bermasalah soalnya hanya mensupport sekitar 20 user, dengan windows ilegal dan antivirus gratisan mulai permasalahan muncul, sudah kita ketahui bersama bahwa masalah di windows ya hanya seputar itu-itu saja (bagi user), mudah virus, lama login dan logoff dan masalah lainnya, maaf saya bukan tidak suka sama windows tp bagi saya degan profesi sebagai IT Support sayang merasa lelah dengan masalah yang sama. Kapan belajar hal yang lain. Dalam proses tersebut saya berexsperimen mencoba-coba os open source dengan menginstall ubuntu pada cpu/notebook user. Alhamdullilah mendapat dukungan dari teman2 sekitar, bahkan beberapa programmer java pada saat itu mau bermigrasi ke ubuntu, disamping tools mereka memang sudah di dikung oleh linux. Seiring berjalannya perusahaan saya berikan solusi untuk bermigrasi ke Ubuntu, diwaktu bersamaan kantro tempat saya bekerja mendapat warning dari Microsoft. Akhirnya saya mendapat dukungan management untuk bermigrasi ke Ubuntu.

Dari pengalaman tersebut saya pindah ke perusahaan yang baru, pada saat itu kantor yang baru sedang bermigrasi besar-besaran ke ubuntu. Alhamdullilah Open Source membawa berkah. Jadi sejak 2010 hingga sekarang saya bekerja sehari-hari dengan ubuntu dan permasalahannya..

Mau tau alasan bermigrasi ke os open source ?
  1. Adanya kebutuhan menggunakan software legal (istilah awam: berlisensi)
  2. Menghemat biaya TI, terutama biaya lisensi, sehingga laba naik / kerugian turun.
  3. Standar terbuka, interoperabilitas, dan security lebih baik.
  4. Fleksibilitas untuk memilih vendor TI (kebayakan hardware saat ini diidukung oleh open source) 
Langkah-Langkah Migrasi ke Open Source
  1. Policy: membuat kebijakan dan sosialisasi.
  2. Assessment: inventarisasi dan analisisnya.
  3. Strategy & Planning: menyusun strategi, jadwal dan prosedur pelaksanaan migrasi.
  4. Prove: penentuan aplikasi yang dimigrasikan.
  5. Deploy: melaksanakan migrasi.
  6. Operate: penggunaan hasil migrasi dan pendampingan.

Ada juga kendala pada saat bermigrasi
  1. Tim IT ragu-ragu menjalankan perubahan.
  2. Penolakan dari pengguna, terutama yang lebih tua umurnya (enggan belajar).
  3. Pengguna sudah terlanjur terbiasa menggunakan produk lain sehingga Open Source terasa asing
    dan sulit (ketergantungan/kebiasaan dengan windows).
  4. Kebijakan pemerintah kurang mendukung, misalnya ada software pemerintah (apliaksi pajak) yang harus dijalankan dengan sistem operasi proprietary.


    Nah sampai disini dulu cerita ini, Jika perusahaan anda ingin bermigrasi dan masih bingung silahkan hubungi saya :

    Terimakasih....













17 Juni 2013

:: HOME :: MULTIPLY :: CONTACT ::