Web Hosting

19 Juni 2013

Tahap-tahap migrasi dari windows ke ubuntu, open source


Pada awalnya saya bekerja sebagai IT Support di sebuah perusahaan consultan IT, fungsi kerja sudah pasti menangai masalah IT, Jaringan, Sistem operasi, Aplikasi internal, mail server, aplikasi develoment, dan apliaksi-apliaksi lainnya.

Sebagai IT Support harus dihadapkan dengan user yang menggunakan os windows, awalnya tidak bermasalah soalnya hanya mensupport sekitar 20 user, dengan windows ilegal dan antivirus gratisan mulai permasalahan muncul, sudah kita ketahui bersama bahwa masalah di windows ya hanya seputar itu-itu saja (bagi user), mudah virus, lama login dan logoff dan masalah lainnya, maaf saya bukan tidak suka sama windows tp bagi saya degan profesi sebagai IT Support sayang merasa lelah dengan masalah yang sama. Kapan belajar hal yang lain. Dalam proses tersebut saya berexsperimen mencoba-coba os open source dengan menginstall ubuntu pada cpu/notebook user. Alhamdullilah mendapat dukungan dari teman2 sekitar, bahkan beberapa programmer java pada saat itu mau bermigrasi ke ubuntu, disamping tools mereka memang sudah di dikung oleh linux. Seiring berjalannya perusahaan saya berikan solusi untuk bermigrasi ke Ubuntu, diwaktu bersamaan kantro tempat saya bekerja mendapat warning dari Microsoft. Akhirnya saya mendapat dukungan management untuk bermigrasi ke Ubuntu.

Dari pengalaman tersebut saya pindah ke perusahaan yang baru, pada saat itu kantor yang baru sedang bermigrasi besar-besaran ke ubuntu. Alhamdullilah Open Source membawa berkah. Jadi sejak 2010 hingga sekarang saya bekerja sehari-hari dengan ubuntu dan permasalahannya..

Mau tau alasan bermigrasi ke os open source ?
  1. Adanya kebutuhan menggunakan software legal (istilah awam: berlisensi)
  2. Menghemat biaya TI, terutama biaya lisensi, sehingga laba naik / kerugian turun.
  3. Standar terbuka, interoperabilitas, dan security lebih baik.
  4. Fleksibilitas untuk memilih vendor TI (kebayakan hardware saat ini diidukung oleh open source) 
Langkah-Langkah Migrasi ke Open Source
  1. Policy: membuat kebijakan dan sosialisasi.
  2. Assessment: inventarisasi dan analisisnya.
  3. Strategy & Planning: menyusun strategi, jadwal dan prosedur pelaksanaan migrasi.
  4. Prove: penentuan aplikasi yang dimigrasikan.
  5. Deploy: melaksanakan migrasi.
  6. Operate: penggunaan hasil migrasi dan pendampingan.

Ada juga kendala pada saat bermigrasi
  1. Tim IT ragu-ragu menjalankan perubahan.
  2. Penolakan dari pengguna, terutama yang lebih tua umurnya (enggan belajar).
  3. Pengguna sudah terlanjur terbiasa menggunakan produk lain sehingga Open Source terasa asing
    dan sulit (ketergantungan/kebiasaan dengan windows).
  4. Kebijakan pemerintah kurang mendukung, misalnya ada software pemerintah (apliaksi pajak) yang harus dijalankan dengan sistem operasi proprietary.


    Nah sampai disini dulu cerita ini, Jika perusahaan anda ingin bermigrasi dan masih bingung silahkan hubungi saya :

    Terimakasih....













17 Juni 2013

:: HOME :: MULTIPLY :: CONTACT ::